Fiqih Mandi

13 Des

Oleh Ustadz Badrusalam

Hal-hal yg mewajibkan mandi:
1. Keluarnya mani dgn lezat baik ketika sadar maupun tidur. Dan pembahasan siapa yg disebut junub sudah berlalu, mohon dirujuk kembali.
2. Bertemunya dua kemaluan walaupun gak keluar mani, dan telah kita jelaskan juga batasan bertemunya dua kemaluan pada pembahasan tersebut.
3. Bersih dari haidl dan nifas, berdasarkan firman Allah (Al Baqarah: 222).
4. Kematian. Berdasarkan hadits: bahwa anak wanita Nabi meninggal dunia, beliau bersabda: “Mandikanlah ia 3 atau 4 atau lebih dari itu dengan air dan daun bidara..”(Bukhari Muslim).
5. Orang kafir yg masuk islam. Berdasarkan hadits bahwa Tsumamah masuk islam, maka Nabi menyuruhnya untuk mandi”. (HR Baihaqi, lihat irwa ghalil no 128).
6. Mandi jumat. Berdasarkan hadits: “Mandi hari jum’at adalah wajib atas setiap muslim”. (HR Bukhari).

Mandi-mandi yg disunnahkan:
1. Mandi dihari raya. Ali bin Abi Thalib ditanya ttg mandi, beliau menjawab: “Mandilah tiap hari jika kamu mau”. Ia berkata: “Bukan itu yg saya maksud, tapi maksudnya mandi (yg disyariatkan)”. Beliau menjawab: “Mandi hari jum’at, hari ‘arafah, hari iedul adlha dan iedul fithri”. (HR Baihaqi). Dan sa’id bin Musayyib menganggapnya sebagai sunah di hari raya. (Lihat irwa no 636).
2. Mandi di hari ‘arafah.
3. Mandi utk ihram haji atau umrah. Berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit bahwa ia melihat Nabi melepaskan pakaian utk ihram dan mandi”. (At Tirmidzi).
4. Mandi ketika mau masuk kota Makkah. Berdasarkan hadits ibnu Umar bahwa beliau apabila hendak masuk Makkah, beliau memutuskan talbiyah dan bermalam di Dzi Thuwa kemudian shalat shubuh dan mandi, dan beliau menyebutkan bahwa itu dilakukan oleh Nabi”. (Bukhari Muslim).
5. Mandi bagi org yg memandikan mayat. Berdasarkan hadits: “Siapa yang memandikan mayat hendaklah ia mandi dan siapa yg membawanya hendaklah ia berwudlu”. (Abu Dawud).
(T) Ustadz kalau mandi jum’at wajib bersiwak ya stadz? Bagaimana dgn mandi junub apa wajib juga?
6. Mandi bagi yg mau mengulangi jima’. Berdasarkan hadits abu Rafi’ bahwa suatu hari Nabi mensetubuhi semua istrinya dan mandi setiap kali hendak berjima’. Aku berkata: “Wahai Rasulullah mengapa tidak dijadikan satu saja?”
Beliau menjawab: “ini lebih bersih, lebih suci dan lebih thayyib”. (Abu Dawud).
7. Mandi utk wanita istihadlah setiap kali mau shalat, atau utk dzuhur dan ashar, maghrib dan isya dan shubuh.
8. Mandi karena pingsan.
Dari ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah berkata, “Aku masuk menemui ‘Aisyah aku lalu berkata kepadanya, “Maukah engkau menceritakan kepadaku tentang peristiwa yang pernah terjadi ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang sakit?” ‘Aisyah menjawab, “Ya. Pernah suatu hari ketika sakit Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semakin berat, beliau bertanya: “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab, “Belum, mereka masih menunggu tuan.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu, bawakan aku air dalam bejana.” Maka kami pun melaksanakan apa yang diminta beliau. Beliau lalu mandi, lalu berusaha berdiri dan berangkat, namun beliau jatuh pingsan. Ketika sudah sadarkan diri, beliau kembali bertanya, “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab, “Belum wahai Rasulullah, mereka masih menunggu tuan.” Kemudian beliau berkata lagi, “Bawakan aku air dalam bejana.” Beliau lalu duduk dan mandi. Kemudian beliau berusaha untuk berdiri dan berangkat, namun beliau jatuh pingsan lagi. Ketika sudah sadarkan diri kembali, beliau berkata, “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab lagi, “Belum wahai Rasulullah, mereka masih menunggu tuan.” Kemudian beliau berkata lagi, “Bawakan aku air dalam bejana.” Beliau lalu duduk dan mandi. Kemudian beliau berusaha untuk berdiri dan berangkat, namun beliau jatuh dan pingsan lagi. Ketika sudah sadarkan diri, beliau pun bersabda, “Apakah orang-orang sudah shalat?” Saat itu orang-orang sudah menunggu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid untuk shalat ‘Isya di waktu yang akhir. (HR. Bukhari no. 687 dan Muslim no. 418)

Rukun mandi
Ada dua, Yaitu niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.

Tata cara mandi junub:
1. Mencuci kedua tangan.
2. Mencuci kemaluan.
3. Menepukkan tangan kiri ke tanah, dinding atau dicuci pake sabun.
4. Berwudlu.
5. Menyela-nyelai rambut sampai rata.
6. Menciduk air dgn tgn lalu mengguyurkan ke kepala tiga kali.
7. Mengguyur seluruh tubuh, dgn dimulai anggota yg kanan.
8. Disunnahkan utk digosok.
9. Bila diperlukan, selesai mandi sedikit mundur dan mencuci kaki.

(T) Ustadz untuk mandi jum’at wajib bersiwak gak? Lalu bagaimana utk mandi junub apakah wajib bersiwak stadz?
(T) Stadz, apakah untuk mandi jumat itu sama tata caranya dengan tata cara mandi junub?
(T) Ana pernah baca atau pernah dengar setelah berbekam dan menguburkan org musyrik jg di sunahkan mandi, bener gak tuh stadz?
(J) Setelah berbekam gak tahu, klu setelah menguburkan org musyrik haditsnya shahih, bisa dimasukkan mandi yg disunnahkan (y)
(T) Na’am stadz, nanti coba ana cari2 lagi mandi setelah ber bekam. Syukron stadz.
(T) Dari Aisyah: Rasulullah mandi krn 4 hal, krn junub, krn hari jum’at, krn berbekam, krn memandikan mayat, riwayat abu Dawud.Shohih gak haditsnya?
(J) Dalam sanadnya ada mush’ab bin syaibah, ia layyin haditsnya
(T) Na’am ustadz.
(T) Layyin apa stadz?
(J) Layyin itu lembek
Ada yg menggunakan istilah layyin dan dhaif, apakah kedua istilah ini berbeda secara makna stadz?
(T) Ooo…alhamdulillah mufrod baru, akh agung catet yo..
(J) Layyin itu biasanya kelemahan yg ringan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: