Menegakkan amar makruf nahi mungkar

8 Des

Oleh : ustadz Abdurahim Ayyub

Nabi bersabda: “Tidak masuk surga suami yg dayyuts”. Dan dayyuts itu adalah yg membiarkan anak istrinya melanggar larangan Allah dan tidak kecemburuan di hatinya.
Ikhwah fillah point ini sangat penting di dalam menuju keluarga yg sakinah keluarga yang menuju kearah keridhoan Allah azza wa jalla
Allah azza wajalla berfirman yg artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahrim :6)
Ali radhiallahuanhu berkata dlm menjelaskan ayat diatas: “Ajarilah mereka dan didiklah mereka” (shoheh al Hakim,Baihaqi,dll)
Al-Hasan berkata: ” Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah azza wajalla dan ajari mereka kebaikan” (al Bayhaqi,Syaikh Salim menshohehkan)
Bentuk pendidikan yang harus hidup di keluarga kita dan merupakan tanggung jawab seorang suami atas istrinya bapak terhadap anaknya adalah:
1.Memastikan setiap anggota keluarga faham dengan benar, mengenal dengan baik, mendalami kalimat tauhid: Laa ilaaha illallaahu”
Atau kefahaman Tauhid yang memang dengan itu diutus para Nabi dan Rasul dan mengajak umatnya kepada kefahaman Tauhid yg benar.
“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah °agut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).”(An Nahl :36.)
2.Tugas seorang ayah atau seorang suami mengajak kepada tauhid sebagaimana perintah secara umum diantara istri ada dan anak ada yang taat akan ajakan tsb ada yang menyimpang. Karena memang ayatnya juga “di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan”
Karena hal ini tidaklah lepas dari masyi’ah syar’iyyah (kehendak Allah yg bersifat syari) agar mrk bertauhid dll dan juga ada masyi’ah kauniyyah (kehendak Allah yang besifat kauni/taqdir umum).
Bahwa diantara istri anak cenderung pada kesyirikan dll…
Intinya adalah kewajiban ayah atau orang tua mengajak kepada perintah syari agar bertauhid dengan benar dan menjauhi kesyirikkan.
Contoh keluarga yg berhasil mengajak kepada tauhid adalah Nabi Ibrahim alaihi salam terhadap anak2nya yg sdh ma’lum, Nabi Nuh alaihissalam telah menjalankan kewajibannya terhadap anak dan istrinya tetapi anaknya cenderung pada penyimpangan dll.
Inilah tugas yg paling utama dari seorang ayah atau suami kpd anak dan istrinya….
3.Hendaknya suami/orang tua memerintahkan sholat anggota keluarhanya sebagaimana hadits yg artinya: ” suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka untuk sholat saat mereka berumur sepuluh tahun,dan pisahkan mereka dari tempat tidurnya” (shoheh,Abu Daud,Ahmad,dll Syeikh Salim : Hasan)
Ibnu Qoyyim merinci 3 etika dlm mendidik anak; 1. Menyuruh shalat, 2. Memukulnya untuk sholat 3.Memisahkan dlm tempat tidur.

(T) Stad.. Apakah ada penjelasan ttg bentuk memukul anak & istri spt apa..? Syukron..

(J) Memukul anak yg meninggalkan sholat harus tetap memegang kaidah2 pendidikan yaitu diberi pengertian dahulu diancam dengan api neraka di nashehatkan dan baru di pukul yg kira2 membuat jera sianak sampai mengerjakan sholat dan jelas setiap anak berbeda beda.
Kalau kita mau kutip ucapan Ust Hakim Abdat dlm hal ini beliau mengutip kitab ibnu qoyyim yg isinya” kalau anak yg berumur sepuluh tahun wajib dipukul karena meninggalkan sholat maka anak yg telah baligh atau dewasa tentu lebih keras lagi hukumannya. Berkata ulama tidak ada yg lebih keras lagi hukiumannya kecuali hukum bunuh (dan ini tentunya di dalam pemerintahan yg menjalani hukum Islam karena pemerintahlah yg menjalani hukum diatas) ini dari mazhab imam malik syafii dan ahmad dan ulama lainnya.
Baik karena hal ini penting ada beberapa kaidah dalam memukul anak atau istri dalam rangka pendidikan yg saya kutip dari syeikh abu abdillah ahmad bin ahmad isawi yaitu sebagai berikut:
Tidak memukul wajah dan daerah2 yg sensitif pd tubuhnya Menggunakan tongkat kecil tidak boleh memukul lebih dari 3 kali berdasarkan hadits Bukhari Muslim ” seoarang tidak boleh dipukul lebih dari sepuluh kali,kecuali jika hal itu adalah salah satu hukuman yg telah ditentukan oleh Allah”
Seorang pendidik dilarang memukul ketika emosinya sedang memuncak karena dikawatirkan hal itu membahayakan si anak berdasarkan hadit wasiat” janganlah kamu marah” (HR al Bukhari)
Dalam menjatuhkan hukuman dera seorang pendidik harus melakiukannya sendiri tidak boleh mewakilkan kepada saudara anak tsb, atau temannya agar tidak terjadi permusuhan dan tidak tumbuh rasa dendam. Tambahan dlm fatwa al buhuts beliau menambahkan yg ringkasannya” pendidik boleh mendera mrk dgn deraan yg pelan jika dengan deraan yg pelan tsb sudah mencapai maksud dan tujuan. (Syeikh Bin Baz).
Juga hal yang sangat penting adalah memberi penjelasan kepada anak kenapa dia dipukul dijelaskan kesalahannya dan tujuannya. Wajib bagi orang tua mengajarkan akhlaq yang mulia mencontohkan dan mengamalkan bersama anggota keluarganya.

(T) Skalian deh stadz.. Kl utk orang tua, tdk spt itu ya stadz..? Tmn saya, ayahnya sering malas shalat, cara nya hanya mengingatkan saja ya stadz dgn perkataan yg baik.. Syukron..

(J) Ya orang tua yg beda agama saja kita tetap harus menjaga kaidah syari daam mengormatinya apalagi orang tua yang muslim tapi malas atau enggan atau ada syubhat kita harus kenal benar orang tua kita katena ayat secara umum menyatakan yg artinya”23.Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.(Al Israa:23)
Maka metode memukul hanya berlaku dari orang tua ke anak tetapi dari anak ke orang tua tidak berlaku tetapi orang tua bisa kena hukum dari pemerintah jika tegaknya hukum tsb katena pemerintah lebih tinggi dari orang tua kita. Wallahu a’lam
Ada nashehat syeikh Abdurrozaq yang intinya hendaknya seorang anak mempunyai cara2 yg lembut kpd orang tuanya yg mempunyai masalah dlm ibadah , baik dengan bertanya kepadanya tentang sebuah buku hadiys tentang maslah tsb atau seperti masalah sholat tanyakan kpd mereka hukum2 sholat belikan buku2 kaset2 dll
Dan juga jangan lupa berdoa
Kembali ke point 3 tentang akhlaq syeikh abu abdilllah mengutip ucapan Ibn qoyyim ” dlm kitabnya at tuhfah hal 179 menukil dari Ibn Umar radhiallahu anhuma bahwasanya ia pernah berkata “Luruskan adab anakmu,karena kelak kamu akan ditanyai tentang adab yg telah kamu berikan? Dan apa yang telah kamu ajarkan? Si anak juga akan ditanyai tentang baktinya dan ketaatannya kepada dirimu”
Kalau 3 hal yang paling penting ini tegak di dalam kepemimpinan rumah tangga semoga akan terlepas dari sifat dayyuts.
Wallahu a’lam gitu saja dulu ya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s