Keutamaan Bulan Muharam

6 Des

Keutamaan Bulan Muharam:
1. Ia termasuk bulan haram yang wajib dihormati, perbuatan zalim di bulan haram dilipat gandakan dosanya, demikian juga perbuatan taat.
2. Berpuasa di bulan muharam adalah puasa paling utama setelah bulan ramadlan.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Puasa yang paling utama setelah ramadlan adalah puasa di bulan Allah Muharram”. (HR Muslim).
3. Berpuasa pada tgl 10 Muharram mengampuni dosa di tahun yang lalu.
Namun disunnahkan utk berpuasa sehari sebelum atau setelahnya untuk menyelisihi kaum Yahudi.
Adapun penamaan bulan Muaharram sebagai bulan anak yatim adalah penamaan yg tidak ada asalnya dalam syariat islam, dan menyayangi anak yatim disyariatkan sepanjang waktu, tidak ada dalil yg menghususkan di waktu tertentu.
Kaum rafidlah merayakan tgl 10 Muharram sebagai hari berkabung, sebaliknya kaum nawashib (khawarij) menganggapnya sebagai hari kegembiraan. Dan keduanya adalah bid’ah
Syaikhul islam ibnu Taimiyah berkata: “disebabkan terbunuh Husain di hari itu, setan menjadikan manusia mengadakan dua bid’ah: bid’ah berkabung dan meratapi kematian Husain, menampar pipi, berteriak, menangis dan menghauskan diri.. (Minhajussunnah 2/322).
Beliau juga berkata: “Rasulullah tidak pernah menyunnahkan tidak juga para khulafa rasyidin pada hari ‘asyura sedikitpun dari perayaan-perayaan tsb, tdk berkabung tidak juga bergembira.. (Majmu’ fatawa 25/310).

‎​Tanya : Stadz, jika orang2 mengistimewakan hari 10 Muharam krn banyak peristiwa sejarah yg terjadi di tgl tersebut, bgmn?
Maksudnya sejarah misalnya: Nabi Adam turun ke bumi, Nabi Musa membelah lautan saat dikejar Firaun laknatulloh. Ana pernah dengar mereka memakai dalil ini utk bikin perayaan 10 Muharam.
Bagaimana Tentang Hari Anak Yatim, mereka berkeyakinan bahwa hari 10 Muharram itu berdasarkan keyakinan bahwa di hari itu saat yg paling afdhol menyangi anak yatim?

Jawab : Keistimewaan itu tdk ditentukan oleh peristiwa yg terjadi setelah Rasulullah, tapi ditentukan oleh dalil.
Bahkan di tanggal itu Nabi Musa diselamatkan dari Fir’aun.
Tapi apakah Nabi merayakannya? Atau salah seorang shahabat? Bila itu baik tentu mereka telah mendahuluinya. Bila dikatakan: Nabi merayakannya dengan cara berpuasa.
Dijawab: bila demikian kita berpuasa sesuai dgn yg dianjurkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan dgn ritual-ritual yg tidak disyariatkan oleh beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: