Fiqih Keluarga: Mengajari Anak Sholat

6 Des

Fiqh Keluarga Ust Abdurrahim Ayyub

Allah azza wajalla berfirman yg artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahrim :6).

Ali radhiallahuanhu berkata dlm menjelaskan ayat diatas: “Ajarilah mereka dan didiklah mereka” (shoheh al Hakim,Baihaqi,dll).
Al-Hasan berkata: ” Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah azza wajalla dan ajari mereka kebaikan” (al Bayhaqi,Syaikh Salim menshohehkan).

Bentuk pendidikan yang harus hidup di keluarga kita dan merupakan tanggung jawab seorang suami atas istrinya bapak terhadap anaknya adalah:
1. Memastikan setiap anggota keluarga faham dengan benar, mengenal dengan baik, mendalami kalimat tauhid: Laa ilaaha illallaahu”
Atau kefahaman Tauhid yang memang dengan itu diutus para Nabi dan Rasul dan mengajak umatnya kepada kefahaman Tauhid yg benar.

An Nahl :36.Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Tugas seorang ayah atau seorang suami mengajak kepada tauhid sebagaimana perintah secara umum diantara istri ada dan anak ada yang taat akan ajakan tsb ada yang menyimpang. Karena memang ayatnya juga”di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan”

Karena hal ini tidaklah lepas dari masyi’ah syar’iyyah (kehendak Allah yg bersifat syari) agar mrk bertauhid dll dan juga ada masyi’ah kauniyyah (kehendak Allah yang besifat kauni/taqdir umum).
Bahwa diantara istri anak cenderung pada kesyirikan dll…
Intinya adalah kewajiban ayah atau orang tua mengajak kepada perintah syari agar bertauhid dengan benar dan menjauhi kesyirikkan.

Beberapa Contoh Fiqih Keluarga

1.Keluarga yg berhasil mengajak ke tauhid adalah Nabi Ibrahim alaihi salam terhadap anak2nya yg sdh ma’lum
Serta banyak Nabi dan Rasul yg banyak contohnya.
2.Nabi Nuh alaihissalam telah menjalankan kewajibannya terhadap anak dan istrinya tetapi anaknya cenderung pada penyimpangan dll
Inilah tugas yg paling utama dari seorang ayah atau suami kpd anak dan istrinya….
3. Hendaknya suami/orang tua memerintahkan sholat anggota keluarhanya sebagaimana hadits yg artinya: ” suruhlah anak-anakmu mengerjakan sholat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka untuk sholat saat mereka berumur sepuluh tahun,dan pisahkan mereka dari tempat tidurnya” (shoheh,Abu Daud,Ahmad,dll Syeikh Salim : Hasan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: