Syarat Dalam Jual Beli

15 Nov

Syarat Dalam Jual Beli

Syarat dalam jual beli ada dua macam : shahih dan batil.

Syarat shahih yaitu setiap syarat dalam jual beli yang tidak menyalahi tujuan aqad, dan syarat seperti ini wajib dilaksanakan. Dan ini ada dua macam :

Pertama : syarat untuk kemashlahatan aqad dan dapat menguatkan aqad dimana kemashlahatannya kembali kepada yang meminta syarat. contohnya meminta syarat agar ditulis di noktah atau sifat tertentu dari barang.
Kedua : syarat untuk menggunakan manfaat yang mubah dari barang yang dijual, contohnya sebuah riwayat menyebutkan bahwa Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam menjual seekor unta kepada seseorang dan meminta syarat agar bisa mengendarainya sampai madinah (Muttafaq ‘alaih).

Syarat batil yaitu setiap syarat dalam jual beli yang menyalahi tujuan aqad, dan ini ada dua macam :
Pertama : syarat fasid yang membatalkan aqad, yaitu syarat yang merusak tujuan aqad atau melanggar salah satu syaratnya seperti syarat berbunga karena ia adalah riba, juga seperti syarat agar barangnya tidak boleh dilihat oleh pembeli dan lain lain.
Kedua : syarat yang rusak tapi tidak membatalkan jual beli, seperti syarat agar supaya barang yang dijual tersebut tidak boleh dijual kembali oleh sipembeli, maka syaratnya tidak sah akan tetapi jual belinya sah.

Jual beli yang diharamkan
haram karena adanya ghoror dan jahalah.
a.munabadzah (saling melempar) b. mulamasah (saling memegang) c. jual beli hashot (lempar kerikil) d. habalul habalah (menjual janinnya janin) juga madlomin (menjual janin yang ada dalam perut induknya) e. malaqih (menjual yang masih ada dipunggung pejantan) f. ‘asbul fahl (rental pejantan) g. menjual buah sebelum matang (mukhodloroh dan mu’awamah) h. jual beli majhul i. ats tsunya (pengecualian yang tak jelas) j. menjual barang yang tidak kita miliki dikecualikan darinya jual beli salam atau salaf (uang dulu barangnya nanti)

Syarat syarat jual beli salam :

Sifat barangnya pasti tidak berubah-ubah.
jelas jenis dan macamnya.
jelas kadarnya (takaran atau timbangan atau ukuran) dan jelas waktunya. barangnya biasanya ada pada waktu yang ditentukan tersebut. menyerahkan uang (harga) secara sempurna dimajlis aqad.
harus dalam tanggungan. (mulakhos fiqhi 45-46).

Haram karena adanya riba.
Riba ada tiga macam yaitu:
1. riba al fadl : jual beli barang riba dengan yang semisal disertai adanya tambahan pada satuannya contoh : membeli satu gram emas 24 karat dengan dua gram emas 18 karat.
2. riba an nasi’ah : jual beli barang riba yang satu jenis atau satu illat dengan tempo. Contoh membeli 2 gram emas 22 karat dengan 3 gram emas 18 karat dengan tempo, atau membeli kurma satu kilo dengan 4 kilo garam dengan tempo.
3. riba dalam hutang piutang, setiap hutang piutang yang menghasilkan keuntungan adalah riba.

Barang-barang riba.
Ada enam jenis barang riba yang disebutkan dalam nash yaitu :
1,2. emas dan perak, illatnya harga atas pendapat yang kuat.
3,4,5,6. burr, sya’ir, kurma dan garam, illatnya makanan yang ditakar.

Dari enam barang tersebut dapat kita qiyaskan lainnya dengan yang sama illatnya. Dan dari enam barang tersebut kita dapat mengambil kesimpulan dari dalil 3 kaidah utama :
1. jual beli barang satu jenis satu illat ; haram padanya dua perkara : al fadl dan nasi’ah, seperti emas dengan emas.
2. jual beli barang berbeda jenis tapi satu illat, haram padanya nasiah dan boleh al fadl. Seperti membeli emas dengan perak.
3. jual beli barang berbeda jenis berbeda illat ; boleh kedua-duanya. Seperti membeli kurma dengan emas.

Jual beli yang diharamkan karena riba adalah :
a.jual beli ‘ienah b. al muzabanah dikecualikan darinya al ‘aroya c. al muhaqolah d. jual beli daging dengan hewan e. nasi’ah pada enam jenis dan yang sama illatnya f. jual beli hutang dengan hutang
haram karena adanya mudlorot atau penipuan.
a.menjual atas penjualan saudaranya b. an najasy c. talaqqi al jalab/ arrukban d. al hadlir lilbbadi e. menjual kelebihan air f. al ihtikar g. jual beli dengan cara menipu h. talji’ah (paksaan).
haram karena diharamkan dzatnya.
a.jual beli arak, bangkai, babi dan patung b. jual beli anjing, darah dan kucing c. jual beli gambar yang bernyawa d. jual beli alat musik.

Haram karena yang Lainnya.

a.jual beli ketika adzan jum’at b. jual beli di masjid c. jual mushhaf kpd orang kafir d. jual senjata dizaman fitnah e. jual sari buah kepada pembuat arak dll.

Jual beli yang masih diperselisihkan keharamannya

masalah attawarruq yaitu seseorang yang tidak mempunyai uang membeli barang secara tempo seharga 1 juta misalnya, kemudian ia jual kepada orang lain (bukan penjualnya) dengan harga 800 ribu secara cash.

Para ulama berselisih mengenai hukumnya, syaikhil islam ibnu Taimiyah menyatakan bahwa jual beli semacam ini adalah harom, alasannya bahwa maksud ia membeli barang tersebut adalah untuk mendapatkan uang, seakan akan ia mengambil uang sebanyak 800 ribu dengan membayar sebanyak 1 juta secara tempo. Dan ini jelas hilah menuju riba.

syeikh Ibnu ‘Utsaimin dalam syarah mumti’ (8/232-233) berkata :” saya berpendapat bahwa jual beli seperti ini adalah halal akan tetapi dengan syarat :
Pertama : tidak mungkin mendapat pinjaman secara mubah tidak pula salam.
Kedua : ia benar-benar membutuhkannya.
Ketiga : barangnya masih ada pada penjual.
bai’atain fi bai’ah. Para ulama bersepakat akan keharaman jual beli seperti ini akan tetapi mereka berselisih mengenai maksudnya.
jumhur ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud hadits tersebut adalah jual beli ‘ienah dan sebagian ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah harga cash berbeda dengan harga tempo. Sebab perselisihannya adalah perbedaan dalam memahami hadits : “Barang siapa yang menjual dua bai’ah dalam satu bai’ah, hendaklah ia mengambil yang paling rendah harganya bila tidak maka riba “.

Ibnu Qoyyim berkata :” Para ulama dalam menafsirkan hadits tersebut ada dua pendapat ; pertama : aku jual dengan cash 10.000 dan dengan kredit 20.000. ini adalah yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Simak… penafsiran ini adalah lemah karena bentuk tersebut tidak ada padanya riba, tidak pula ada dua penjualan, yang ada adalah satu penjualan dengan dua harga
Kedua : aku jual dengan harga 1 juta selama setahun dengan syarat aku beli kembali darimu dengan harga 800 ribu secara cash. Inilah makna hadits yang tidak ada makna selainnya, dan sesuai dengan sabdanya :” Hendaklah ia mengambil yang paling rendah bila tidak maka riba “. (Tahdzib assunan 5/105).

Selesai fiqih jual beli secara ringkas (y)
Semoga ada yg baca

Tanya: Tadz ana bingung soal yg terakhir,aku jual kpdmu 1jt dg satu tahun dan aku jual kpdmu. Cash 800rb,berarti pembeli hutang 200rb, riba?
Begini, misal antum beli motor ke hans seharga 10 juta dibayar tempo selama sepuluh bulan, tapi hans minta syarat utk dia beli lagi dibulan ke tujuh misalnya seharga 7 juta. Berarti di sini ada dua penjualan dalam satu penjualan.

Dikatakan riba karena sebetulnya hans itu cuma mau minjemin aja ke antum, tapi dia ambil keuntungan dari hasil minjemin itu

Jd kalo cash shrga 800rb,kl credit 1jt itu termasuk dua jualan ya tadz?

Saya baca stadz.. Tp banyak gak ngerti nya.. Mungkin krn kendala bahasa dan contoh yg kurang kekinian.. Tp saya berusaha utk nyimak pelan2..😉

Stadz.. Misal saya menawarkan jasa pembuatan umbul2 beserta pemasangan dan urusan izin dan pajaknya.. Dsini saya khan tidak memiliki umbul2 utk dijual, tp saya pesan di tempat pembuatan umbul2.. Jd semacam makelar.. Hukum nya gmn stadz..?

Jawab: Nabi melarang menjual barang yg bukan miliknya akh rega, jadi suruh aja org itu beli bahannya trus antum yg kerjain, atau antum minta menjadi wakil dari penjual umbul-umbul utk menjualkan umbul-umbul mereka.

800 cash dan 1 juta tempo jika akadnya diatas salah satu dari harga di atas tidak masuk dua penjualan dalam satu penjualan

Dua harga dalam satu penjualan tidak sama dengan dua penjualan dalam satu penjualan yg dilarang oleh Nabi

Paham stadz.. Hmm tp boleh gak jika dianggap bahwa saya mewakili kedua nya..? Dalam arti, saya jd wakil si klien utk mencarikan penjual umbul2, sekaligus menjadi wakil dr si penjual umbul2 dalam menjualkan umbul2nya..? Dan baik si klien maupun si penjual umbul2 mengetahui bahwa saya merupakan wakil dari kedua belah pihak..

Jawab: Boleh tapi harga umbul bukan kita yg tentuin

Siap.. اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ tetep anti mark up, stad.. جَزَاك اللهُ خَيْرًا
Bismillah semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s