Najis: Macam-Macamnya

6 Okt

Ada beberapa macam najis:
1. Kotoran manusia.
Dsarnya hadits: Bahwa ada orang badawi kencing dimasjid, maka Nabi bersabda: “Biarkan ia dan guyur air kencingnya dengan seember air”. (HR Bukhari 6128 dan Muslim 284).
Juga brdasarkan sabda Nabi: “Apabila salah seorang dari kamu datang ke masji maka hendaklah ia memeriksa; jika di sendalnya ada kotoran maka hendaklah ia menggosoknya dan shalat dgn memakai keduanya”. (Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Al Irwa no 284).
2. Darah haidl.
Dasarnya hadits Aisyah bahwa Fathimah bintu Abi Hubaisy datang kpd Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku trkena istihadlah, apakah aku harus meninggalkan shalat? Beliau menjawab: “Tidak, ia hanya ‘irqun bukan haidl. Apabila haidl datang, tinggalkan shalat dan bila telah selesai cucilah darah dan shalatlah”. (HR Bukhari 228 dan Muslim 333).
3. Madzi.
Dasarnya hadits Ali bin Abi Thalib: “Aku laki-laki yg byk mengeluarkan madzi, lalu aku menyuruh seseorg utk bertanya kpd Nabi, beliau bersabda: “Berwudlulah dan cuci kemaluanmu”. (HR Bukhari 269 dan Muslim 306).
4. Wadi.
Dasarnya adalah ijma’ ulama.
5. Bangkai.
Dasarnya hadits: “Apabila kulit telah disamak maka ia menjadi suci”.
Imam Ash Shan’ani: “Adapun bangkai kalau bukan karena adanya dalil tsb tentu kami akan menghukuminya suci karena di dalam Al Qur’an hanya diharamkan memakannya saja, namun kami menghukuminya najis karena adanya dalil selain dalil yg mengharamkan memakannya”. (Subulussalam 1/52).
Dikecualikan dari bangkai adalah bangkai ikan dan belalang berdsarkan hadits: “Dihalalkan utk kita dua bangkai dan dua darah; adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, adapun dua darah adalah hati dan thihal”. (Ahmad, At Tirmidzi dan An Nasai 3955).
6. Daging babi
Dasarnya firman Allah (Al An’am: 145). Juga hadits: Siapa yang bermain kartu Nardsyir seakan-akan ia mencelupkan tangannya dalam daging dan darah babi”. Muslim 2260).
7. Anjing
Dasarnya hadits: “Sucinya bejana kamu apabila dijilat oleh anjing adalah dengan dicuci tujuh kali, yg pertama dgn tanah”. (Muslim 279).
8. Daging binatang buas
Dasarnya hadits ibnu Umar: Rasulullah ditanya ttg air yg menjadi tempat minum binatang buas, beliau menjawab: “Apabila air telah mencapai dua kulah, maka tidak membawa najis”. (Lihat sunan Abi Dawud no 56).

9. Daging keledai
Dasarnya hadits: Nabi menyuruh seseorg menyeru: “Sesungguhnya Allah dan RasulNya melarang kamu memakan daging keledai ahliyah karena ia najis”. (Bukhari 5528 dan Muslim 1940).

Najis yg diperselisihkan namun yg rajih ia bukan najis.

1. Mani.
Dasarnya hadits Aisyah: “Sungguh aku pernah mengerik mani dari baju Rasulullah lalu beliau shalat dengannya”. (Muslim 288).
Ibnu Abbas berkata mengenai mani yg mengenai baju: “Hilangkan dengan kayu atau idzkhir karena ia sama dengan air liur dan ingus”.
Syaikhul islam berkata: “Tidak pernah dinukil bahwa Nabi menyuruh para shahabatnya utk mencuci mani yg mengenai badan dan baju, maka dapat diketahui secara yakin bahwa (mencuci mani) hukumnya tidak wajib, dan ini pasti bagi org yg memperhatikan”. (Majmu’ Fatawa 21/605).
Adapun hadits yg menunjukkan dicucinya mani dijawab oleh Al Hafidz ibnu Hajar: “Tidak bertentangan antara mengerik dan mencuci, karena mengkompromikan nya mungkin yaitu bahwa mencuci itu hukumnya mustahab utk kebersihan bukan sbg kewajiban.. Dan ini adalah pendapat Asy Syafi’I, Ahmad dan Ashhabul hadits”. (Fathul Bari 1/332).

2. Arak.
Karena tidak ada dalil yg sharih yg menunjukkan kenajisannya, sedangkan pada asalnya sesuatu hukumnya suci. Adapun Al Maidah: 90, maka makna rijsun dalam ayat itu jika dibawa kepada makna najis maka konsekwensinya menajiskan juga alat judi dan patung, dan tidak ada yg mengatakan demikian.
Dan tidak setiap yg haram itu najis. Dan pendpat ini dirajihkan oleh Ash shan’ani dalam subulussalam (1/52), dan Asy Syaukani dalam As Sailul Jarraar (1/35).

3. Kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya.
Dasarnya hadits: bahwa Nabi menyuruh kaum ‘Ukal atau ‘Urainah untuk minum susu dan air kencing unta. (Bukhari 233 dan Muslim 1671).
Dikiyaskan kepadanya semua binatang yg halal dimakan dagingnya.
Asy Syaukani berkata: “Yang rajih bahwa kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya adalah suci”.(Nailul Authar: 1/61).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: