Keutamaan Hari Jumat

6 Okt

Keutamaan hari jum’at.
Dari Abu Hurairah Nabi bersabda: “Sebaik-baiknya hari yang matahari terbit padanya adalah hari jumat, padanya diciptakan Adam, dimasukkan ke surga, dikeluarkan darinya, dan kiamat akan tegak pada hari jumat”. (Muslim).

Adab-adab di hari jumat.
1. Banyak bershalawat.
“Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari jumat, karena shalawatmu akan ditampakkan kepadaku”. Seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana akan ditampakkan shalawat kami kepadamu, sementara engkau telah menjadi tulang belulang?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah utk memakan jasad para Nabi”. (HR Abu Dawud dll).
2. Membaca surat Al Kahfi.
“Barang siapa yg membaca Al Kahfi pada hari jumat, akan bersinar utknya diantara dua jumat”. (HR Al Hakim dll).
3. Banyak berdoa.
“Padanya terdapat suatu saat yang tidaklah bertepatan dgn seorang Muslim yg sdg berdiri shalat meminta kepada Allah kecuali Allah akan berikan”. (HR Muslim).
Saat ijabah adalah di akhir waktu ashar sebagaimana dalam hadits: “Carilah di akhir saat setelah ashar”. ( Abu Dawud).
4. Tidak boleh mengkhususkan hari jumat dengan shalat malam atau puasa.
“Janganlah kamu menghususkan malam jumat dengan shalat malam tanpa malam lainnya. Dan janganlah kamu menghususkan hari jumat dengan puasa tanpa hari lainnya, kecuali bila bertepatan dgn puasa yang biasa dilakukan oleh salah seorg darimu”. (Muslim).
5. Disunnahkan dishalat fajarnya membaca As Sajdah di rakaat pertama dan Al Insan di rakaat kedua (Bukhari dan Muslim).

Adab-adab shalat jumat.
1. Mandi, memakai pakaian yang bagus, dan memakai minyak wangi.
“Apabila hari jumat, lalu seseorang mandi, mencuci kepalanya, memakai minyak wangi yang paling wangi dan pakaian yang paling bagus, kemudian keluar menuju shalat dan tidak memisah dua orang, kemudian mendengar (khutbah) imam, maka akan diampuni untuknya dari jumat menuju jumat ditambah 3 hari”. (Ibnu Khuzaimah).
2. Bergegas menuju jumat.
“Siapa yang mandi jumat seperti mandi janabah, kemudian pergi seakan ia berkorban dengan unta yg gemuk, dan siapa yg pergi di waktu kedua seakan ia berkorban dengan sapi, siapa yang pergi di waktu ketiga seakan ia berkurban dgn kambing bertanduk, siapa yg pergi di waktu keempat seakan ia berkurban dgn ayam, dan siapa yg pergi di waktu kelima sekan ia berkurban dgn telur, apabila imam telah keluar, malaikat akan hadir mendengarkan dzikir (khutbah)”. (Bukhari Muslim).
3. Berjalan kaki menuju jumat dan tidak berkendaraan kecuali bila diperlukan.
“Siapa yg mandi jumat dan mencuci kepalanya, dan bersegera pergi dan tidak berkendaraan dan mendekati imam dan diam tidak berbuat sia-sia, maka setiap langkah kakinya sama dengan amalan setahun berupa puasa dan qiyamulail”. (Abu Dawud dll).
4. Shalat tahiyyat masjid.
Jabir berkata: ” Ada seseorg masuk masjid di hari jumat sementara Nabi khutbah, beliau bersabda: “Kamu sudah shalat?” Ia menjawab: “Belum”. Beliau bersabda: “Shalatlah dua rakaat yg ringan”. (Bukhari Muslim).
5. Mendekat ke imam.
Sebagaimana telah disebutkan dalam hadits di atas.
6. Tidak melangkahi pundak.
Abdullah bin Busr berkata: “Ada seseorg datang melangkahi pundak-pundak manusia pada hari jum’at sementara Nabi berkhutbah, beliau bersabda: “Duduklah, kamu telah menyakiti”. (Abu Dawud dll).
Namun boleh melangkahi bila diperlukan. Dari ‘Uqbah bin Al Harits berkata: “Aku pernah shalat ashar di belakang Nabi di Madinah, setelah salam beliau bangkit dgn cepat dan melangkahi pundak manusia menuju sebagian kamar istrinya.. Setelah keluar beliau bersabda: “Aku ingat sekeping emas, dan aku tidak suka tertahan sampai aku membagikannya”. (Bukhari).
7. Shalat sunnah (intidzar).
“Siapa yang mandi kemudian mendatangi jumat dan shalat sesuai yg ditentukan utknya, kemudian diam sampai selesai khutbah kemudian shalat bersamanya, akan diampuni utknya antara jumat itu dan jumat lainnya ditambah 3 hari”. (Muslim).
Nafi’ berkata: “Ibnu Umar memanjangkan shalat sebelum jum’at”. (Abu Dawud).
8. Bagi orang yg ngantuk hendaklah ia berpindah dari tempatnya.
“Apabila seseorg mengantuk di masjid hendaklah ia berpindah dari tempat duduknya tersebut”. (Abu Dawud).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: