Asal Bahasa Aqidah

6 Okt

Aqidah secara bahasa berasal dari kata Al ‘Aqdu yang artinya mengikat dengan kuat.
Secara istilah yaitu keyakinan yang pasti kepada Allah dan segala apa yang Dia kabarkan dalam kitabNya dan apa yang Allah syariatkan berupa hukum-hukum yang qath’iy.
Dasar aqidah adalah tiga yaitu Al Qur’an, sunnah yang shahih dan ijma’, adapun qiyas maka tidak berlaku dalam permasalahan aqidah.
Karena qiyas hanya berlaku dalam permasalahan ‘amaliyah saja, sdangkan ‘aqidah adalah keyakinan yg tidak mungkin diqiyaskan, terlebih dalam pembahasan asmaa was sifaat.
Tema pembahasan ‘aqidah kebanyakan membahas ttg keimanan kepada yang ghaib, yang paling agung dan luas pembahasannya adalah iman kepada Allah Ta’ala. Karena mempunyai konsekwensi yang amat agung, maka kita akan memulai pelajaran dari iman kepada Allah. Namun sebelumnya kita akan membahas terlebih dahulu ttg masalah iman.
Iman secara bahasa adalah at tashdiiq wal iqrar yaitu pembenaran dan penetapan. Sedangkan secara istilah sebagaimana telah kita ketahui bersama adalah keyakinan dengan hati, ucapan dengan lisan dan amalan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Kita bahas definisi diatas:
1. Keyakinan dengan hati artinya membenarkan semua yang dikabarkan oleh Allah dalam kitabNya dan yang dibawa oleh Rasulullah berupa agama yang haq disertai ketundukan. Meyakini kehalalan apa yang telah Allah halalkan dan keharaman apa yang telah Allah haramkan.
Oleh karena itu orang yang meyakini halal apa yang Allah halalkan atau meyakini haram apa yang Allah halalkan dan mengatakan bahwa Allah telah menghalalkan atau mengharamkannya bukan karena kebodohan atau syubhat maka ia murtad dari agama islam sebagaimana akan kita bahas dalam permasalahan kufur dan jenis-jenisnya insya Allah.
Ralat: oleh karena itu orang yg meyakini halal apa yang Allah haramkan..dst
Tidak benar kita hanya mencukupkan dgn aqidah thahawiyah saja, karena kitab para ulama itu saling melengkapi.

2. Ucapan dengan lisan yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat bagi orang yg belum masuk islam, sedangkan mereka yg terlahir di atas islam maka tidak perlu lagi mengucapkan dua kalimat syahadat berdsarkan sabda Nabi: “Setiap anak terlahir di atas fitrah (islam), kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi atau Nashrani atau Majusi”. (HR Bukhari dan Muslim).
Kecuali bila ia melakukan pembatal keislaman dan telah tegak hujjah kepadanya, maka ia wajib mengucapkan dua kalimat syahadat kembali.

3. Adapun perbuatan dengan anggota badan, ahlussunnah meyakini bahwa amal itu bertingkat-tingkat; diantaranya ada yang merupakan pokok iman yaitu mengucapkan syahadatain, diantaranya ada yang merupakan kewajiban iman yaitu semua yang Allah wajibkan atas hambanya, dan diantaranya ada yang merupakan mustahabbat iman yaitu semua amalan yang bersifat sunnah.
Perbedaan antara pokok, kewajiban, dan mustahabbat adalah bila meninggalkannya artinya orang yang meninggalkan pokok iman maka hilang seluruh imannya alias kafir. Dan orang yang meninggalkan kewajiban iman, akan hilang kesempurnaan imannya namun tidak hilang pokok imannya, ia disebut mu’min yang kurang imannya, sedangkan orang yg meninggalkan mustahabbat bukan karena mendustakan atau mengingkari, maka tidak mempengaruhi kesempurnaan imannya namun ia telah kehilangan keutamaan.
Oleh karena itu Allah memberi perumpamaan iman dalam surat Ibrahim seperti pohon yang pokoknya kokoh di bumi dan rantingnya mencakar langit.

Tugas: sebutkan ayatnya !
Jawab: Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, QS 14: 24.

Coba kita perhatikan sebuah pohon; ia terdiri dari pokok, cabang, ranting dan daun. Demikian pula iman, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Iman itu enam puluh lebih cabang, yang paling tinggi adalah laa ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan”.(HR Bukhari dan Muslim).
Pohon bila kita potong salah satu cabangnya apakah hilang nama pohon darinya? Tentu tidak, namun ia tidak lagi pohon yang sempurna. Namun bila kita tebang dari pokoknya, hilanglah nama pohon dan tidak disebut pohon lagi, demikian pula iman.
Oleh karena itu ahlussunnah wal jama’ah meyakini bahwa iman itu berderajat dan terdiri dari bagian-bagian yang berbeda martabatnya. Ahlussunnah meyakini bahwa bila hilang sebagian iman tidak menyebabkan hilang seluruhnya, namun ia tersisa sebagiannya. Berbeda dgn kelompok khawarij yang mengatakan bila hilang sebagian iman maka hilang seluruhnya, dari sana mereka mengkafirkan pelaku dosa besar. Berbeda juga dengan kelompok murji’ah yang mengatakan bila sebagian iman ada maka ada semuanya, dan tidak terpengaruh oleh kemaksiatan yang ia lakukan walaupun berupa syirik. Na’udzu billah.

4. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
Ini adalah keyakinan ahlussunnah yg membedakannya dgn khawarij dan Murji’ah. Oleh karena itu Abdullah bin Al Mubarak berkata: “Siapa yang mengatakan bahwa iman itu bertambah dan berkurang maka ia telah keluar dari Murji’ah dari awal sampai akhir”.

Keyakinan ini adalah ijma’ ahlussunah wal jama’ah sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Asy Sayfi’I, imam Al Bukhari dan ulama lainnya. Imam Abu Hatim Ar Razi dan Abu Zur’ah Ar Razi berkata: “Kami mendapati para ulama di seluruh negeri di Hijaz, Baghdad, Bashrah, Kufah, Yaman, dan diseluruh negeri mengatakan bahwa iman itu adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang”. (Afwan ana bawakan dgn hafalan, bisa dicek ke kitab aslinya)
Khawarij dan Murji’ah mengatakan bahwa iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang, namun mereka berbeda dalam penjabarannya:
Khawarij berkata: Bila sebagian iman hilang maka hilang semuanya dan Murjia’ah berkata: Bila sebagian iman ada maka ada semua iman dan sempurna, sebagaimana telah saya sebutkan di atas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: