Adab-Adab Berteman

24 Nov

1. Niat yg shalih agar dapat saling membantu dalam kebaikan dunia dan akhirat, dalam ketaatan dan saling memberi nasehat.

2. Mengambil teman yang shalih. Sebagaimana sabda Nabi: “Janganlah kamu berteman kecuali dengan mukmin (Abu Dawud 4832).

​3. Cinta dan benci karena Allah. Sebagaimana sabda Nabi: “Sekuat-kuat tali iman adalah memberikan loyalitas dan permusuhan karena Allah, dan cinta dan benci karena Allah”. (Ahmad 4/286 dan dihasankan oleh syaikh Al Bani dalam silsilah shahihah no 1728).
‎​Cinta dan benci karena Allah artinya kita mencintai sesuai dgn kadar Keimanan dan ketaqwaan dia kepada Allah, semakin bertaqwa semakin bertambah cinta kita kpdnya dan semkin jauh dari taqwa semakin berkurang juga cinta kita kpdnya, demikian pula benci.
‎​Dan ini disebut cinta syar’iy, adapun cinta tabiat maka ini dimaafkan, seperti cinta kepada bapak dan ibu walaupun keduanya kafir selama cinta kita bukan karena agamanya tapi sebatas cinta seorg anak kpd ortunya

4. Mengabarkan kepada saudara yg kita cintai karena bahwa kita cinta kepadanya karena Allah. Sebagaimana dalam hadits: “Apabila seseorng mencintai org lain, hendaklah ia mengabarkan kepadanya bahwa ia mencintainya karena Allah”m (Ahmad 4/130).
‎​Tapi ini khusus utk ke satu jenis dan bukan ke lawan jenis. Bahaaayya
Dan org yg dikabari hendaklah mengucapkan: ahabbakaladzi ahbabtanii fiihi (semoga Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintaiku karenaNya).
‎​
5. Mengucapkan salam dan menjawab salam. Sebagaimana sabda Nabi:”hak muslim atas muslim lainnya ada enam: apabila bertemu hendaklah mengucapkan salam”. (Muslim).
‎​
6. Menjenguknya ketika sakit. Karena ia termasuk hak muslim atas muslim lainnya. Adapun adab-adabnya akan dibahas nanti

​7. Mendatangi undangannya. Karena ia termasuk hakhak muslim atas muslim lainnya. Dan mendatangi undangan hukumnya wajib kecuali bila ada maksiat dalam acaranya

8. Memberikan nasehat. Karena ia termasuk hakhak muslim atas muslim lainnya.

​9. Mendoakannya ketika bersin. Karena ia termasuk hakhak muslim atas muslim lainnya. Dan ini jika yg bersin mengucapkan alhamdulillah dan jika tidak maka tidak

10. Menerima hadiah dari teman kita. Sebagaimana dalam hadits: “Datangilah undangan dan jangan menolak hadiah”. (Ahmad 1/404 shahih jami’ no 158).

11. Saling memberi hadiah berdasar hadits abu hurairah: “Saling memberilah hadiah niscaya kalian akan saling mencintai”. (Shahih adabul mufrad no 462).

12. Merasakan kesedihan dan kegembiraannya, Nabi bersabda: “Mukmin untuk mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling mengokohkan”. (Bukhari Muslim).
‎​Merasa suka bila ia mendapat kebaikan. Nabi bersabda: “Tidak beriman salah seorang dari kamu sampai ia suka utk saudaranya sebagaimana ia suka utk dirinya”. (Bukhari Muslim) dalam riwayat lain ada tambahan: dari kebaikan.
‎​
14. Membela bila ada yg menggibahnya. Nabi bersabda: “Siapa yang membela kehormatan saudaranya ketika di gibah, Maka hak bagi Allah utk memerdekakan ia dari api Neraka”. (Shahih Jaami’ no 6240).

17. Tidak boleh melamar wanita yg sdh dilamar oleh teman kita. Nabi bersabda: “Janganlah seseorg melamar wanita yg telah dilamar saudaranya sampai ia meninggalkan”. (Muslim no 1413). Dan ini bila si wanita sudah menyatakan persetujuannya. Namun bila belum dan masih bimbang maka tidak apa menawarkan ikhwan lain sebagaimana dalam hadits Bukhari Muslim bahwa ada seorg wanita datang dan berkata: “Wahai Rasulullah, Abu Jahm dan Mu’awiyah datang melamarku”. Beliau bersabda: “Adapun Mu’awiyah ia sangat miskin tidak punya harta, sedangkan Abu Jahm tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya (suka memukul wanita) tapi nikahilah Usamah bin Zaid”.
‎​
18. Tidak boleh menjual/membeli atas penjualan/pembelian teman kita. Nabi bersabda: “Tidak halal bagi seorang mukmin utk menjual atas penjualan saudaranya”. (Muslim no 1413).
‎​Contohnya bila A menjual kepada B dan sepakat pada suatu harga, kemudian datang C dan berkata kpd A dan berkata: “Saya beli barang anda dgn harga yg lebih tinggi”.
‎​
19. Jujur dan tidak berdusta. Nabi bersabda: “Muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak boleh mengkhianatinya, berdusta kepadanya dan membiarkannya”. (Shahih Tirmidzi no 1572).
Tanya: Ustadz, apakah termasuk adab berteman yg tdk baik jika kita memberikan makanan kpd teman/tetangga kemudian mrk bertanya halal ga nih. Apakah boleh bertanya demikian stadz?
‎​Biasanya yg diberikan berupa makanan jadi seperti kue2 dan semacamnya yg kita beli di toko
Jawab:
Itu bukan adab yg baik, karena perkataan seperti bisa menyakiti hatinya
Tanya:
Stadz, jika ana berteman dgn orang yg paling hobi ghibah, sudah diingatkan terus, tapi obrolan selalu balik ke sana lagi, apa boleh kita memutus hubunbgan atau sekedar menjauh saja?
Jawab: ‎​Boleh pak sekedar utk mengingatkan
Stadz, kalau ada sesama ikhwan berdebat suatu masalah yang masing2 tidak mau rujuk,karena illat masing2 berdasarkan dalil, bagaimana adab yang baik utk mengenai hal ini stadz ?
Jawab: Adab yg baik seperti yg dilakukan imam Asy Syafii thd lawannya yaitu Yunus Ash shadafi klu tdk salah, beliau tetap bergandeng tangan dan bersaudara di jalan Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: